IPA BAB 5

Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 5. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2024

Rabu, 27 Maret 2024

Minggu, 07 Januari 2024

Teknik Pemisahan Campuran



Zat campuran merupakan zat atau materi tunggal yang terdiri atas dua atau lebih jenisnya. Dalam zat (materi) campuran masih memiliki sifat zat (materi) asli yang tetap terlihat atau tampak. beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh zat campuran sebagai berikut.

- Terdiri atas 2 zat tunggal atau lebih
- Zat campur memiliki sifat yang berbeda, tergantung dengan zat penyusunnya.

Beberapa contoh dari zat (materi) campuran yang dapat ditemukan di kehidupan sehari-hari sebagai berikut

- Teh manis yang terdiri atas percampuran air panas, teh, dan gula pasir.
- Cairan gula terdiri atas percampuran air dengan gula
- Minuman sirup terdiri atas percampuran air dan sirup

Campuran merupakan gabungan beberapa zat dengan perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia. Kelompok campuran terdiri dari dua: Homogen dan Heterogen.

Campuran Homogen

Campuran homogen merupakan campuran antara 2 zat atau lebih yang partikel penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi.

Campuran homogen sering disebut dengan larutan. Larutan tersusun atas pelarut dan zat terlarut, dengan pelarut universal adalah air.

Contoh larutan homogen seperti campuran air dan gula menjadi larutan gula, campuran air dan garam menjadi larutan garam.

Jenis larutan dibagi menjadi tiga jenis:

a) Asam

b) Basa

c) Garam

Campuran Heterogen

Campuran heterogen memiliki zat penyusun yang tidak saling bercampur. Terdiri dari dua macam zat atau lebih yang partikel penyusunnya masih dapat dibedakan satu sama lain.

Contoh campuran heterogen adalah campuran pasir dan air.



Cara Pemisahan Campuran


Guna memperoleh zat murni dari campuran , maka zat penyusunnya harus dipisahkan dengan cara fisika.

Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti penjernihan air dan pembuatan garam dapur.

Seturut penjelasan Modul Pembelajaran Jarak Jauh IPA Kelas VII, ada lima metode pemisahan campuran yang dapat dilakukan.

1. Filtrasi (penyaringan)

Pemisahan campuran dengan penyaringan merupakan cara paling sederhana, didasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat penyusun.

Ketika disaring partikel yang berukuran lebih kecil lolos, sementara partikel dengan ukuran lebih besar tertahan di saringan. Cara pemisahan ini digunakan untuk memisahkan padatan dengan ukuran berbeda atau memisahkan padatan dengan cairan.

Contohnya memisahkan santan dari ampasnya.

2. Sentrifugasi

Metode ini digunakan untuk campuran dengan ukuran sangat halus dan jumlah campuranya lebih sedikit.

Contohnya memisahkan sel-sel darah merah dan sel darah putih dari plasma darah.

Padatan sel darah merah dan sel darah putih akan mengumpul di dasar tabung reaksi, sedangkan plasma darah berada di bagian atas.

3. Distilasi (penyulingan)

Pemisahan campuran dengan distilasi didasarkan pada perbedaan titik didih zat campuran, mencakup dua tahap proses yaitu pendidihan dan pengembunan.

Semakin jauh perbedaan titik didihnya maka semakin mudah campuran tersebut dipisahkan.

Contoh pemisahan distilasi adalah memisahkan campuran air the, atau memisahkan air kotor dengan zat padat sehingga didapat air murni.

Air dan garam juga dapat dipisahkan dengan distilasi dengan cara memanaskan larutan pada suhu 1000 C.

Air akan menguap sementara garam tertinggal. Titik didih garam (14670 C) berbeda jauh dengan titik didih air.

Uap air akan melewati kondensor (pendingin) sehingga mengembun menjadi tetes-tetes air yang ditampung pada wadah (penampungan distilat). Hasilnya disebut akuades (air suling).

Jika air suling di distilasi lagi, maka distilatnya disebut akuabides yang dipakai sebagai pelarut cairan infus.

4. Kromatografi

Pemisahan campuran atas dasar perbedaan kecepatan merambat atau meresap antara partikel campuran pada medium tertentu disebut kromatografi.

Dalam kehidupan sehari-hari pemisahan dengan kromatografi dapat dijumpai pada rembesan air pada dinding yang menghasilkan garis-garis dengan jarak tertentu.

Kromatografi memiliki beberapa fungsi.
  1. Menguji keamanan konsumsi bahan pewarna pada makanan.
  2. Menguji keaslian tinta pada dokumen seperti suratperjanjian, cek, atau giro.
  3. Menguji penyalahgunaan narkoba pada urin.
  4. Menguji batas aman kandungan pestisida pada buah-buahan dan sayuran.
    5. Sublimasi

    Prinsip kerja metode sublimasi berpatokan pada perbedaan kemampuan penyubliman (perubahan wujud padat ke wujud gas) pada kandungan campuran zat. Ringkasnya, salah stau zat dapat menyublim, sementara yang lain tidak.

    Contohnya zat yang dapat menyublim adalah kapur barus, iodin, kafein.

    Selasa, 03 Oktober 2023

    Senyawa





    Senyawa

    Senyawa adalah gabungan dua unsur atau lebih melalui reaksi kimia disebut dengan senyawa. Oleh karena itu, dapat diartikan senyawa adalah suatu zat tunggal yang dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia. Contoh senyawa yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah air.

    Air merupakan gabungan dari unsur hidrogen (H) dan oksigen (O) dengan rumus kimianya, yaitu H2O. Nah, melalui reaksi kimia, air dapat diuraikan kembali menjadi hidrogen dan oksigen. Meskipun pada tekanan atmosfer, hidrogen dan oksigen sama-sama berwujud gas, tapi, saat mereka bersatu dan saling mengikat, wujudnya dapat berubah menjadi cair. Magic, bukan?

    Jenis-Jenis Senyawa

    Berdasarkan asal pembentukkannya, senyawa digolongkan menjadi dua jenis, yaitu senyawa organik dan senyawa anorganik.

    a. Senyawa Organik

    Senyawa organik berasal dari makhluk hidup atau dari proses fotosintesis. Senyawa ini terdiri dari unsur karbon (C) sebagai rangkaian utamanya.

    Sifat senyawa organik tidak mudah larut dalam air, namun akan larut jika dicampur dengan pelarut yang sifatnya organik juga. Selain itu, akibat unsur pembentuknya yang berupa karbon (C), senyawa organik cenderung akan mudah terbakar.

    Contoh senyawa organik antara lain gula (C12H22O11), alkohol (C2H5OH), dan urea (CO(NH2)2).

    b. Senyawa Anorganik

    Sementara itu, senyawa anorganik berasal dari sumber daya mineral yang terdapat di bumi. Senyawa ini memiliki titik didih atau titik leleh yang relatif tinggi dibandingkan dengan senyawa organik. Senyawa anorganik memiliki sifat mudah larut dalam air dan cenderung tidak mudah terbakar.

    Contoh senyawa anorganik, yaitu air (H2O), garam (NaCl), karbon dioksida (CO2), dan masih banyak lagi.

    artikel ini bersumber dari: 
    https://www.ruangguru.com/blog/fisika-kelas-7-perbedaan-unsur-senyawa-dan-campuran

    Campuran



    Campuran

    Campuran didefinisikan sebagai sebuah materi yang tersusun oleh beberapa jenis zat berbeda dengan perbandingan antara satu dan lainnya melalui proses kimia.

    Campuran terdiri dari dua bagian, meliputi campuran homogen dan campuran heterogen.

    1. Campuran Homogen

    Campuran homogen merupakan jenis campuran yang terdiri dari dua atau lebih zat sehingga disaat tercampur susunan zat-zat tersebut tidak dapat dibedakan lagi.

    Campuran homogen juga disebut sebagai larutan, dan larutan terdiri dari tiga jenis, yaitu asam, basa, serta garam.

    Contoh dari campuran homogen seperti sirup yang terdiri dari beberapa jenis zat berbeda. Selain itu, juga ada campuran homogen membentuk sebuah alat keperluan masak atau kesehatan menggunakan zat-zat logam.

    2. Campuran Heterogen

    Campuran heterogen merupakan jenis campuran dengan susunan zat campurannya masih dapat dibedakan. Contoh dari campuran heterogen seperti campuran minyak dan air, campuran pasir dan air.


    artikel ini bersumber dari: 
    https://tirto.id/materi-ipa-perbedaan-materi-unsur-senyawa-campuran-dan-contohnya-gjzD

    Unsur


     Unsur merupakan salah satu jenis zat murni yang bermakna zat tersebut tidak dapat terurai menjadi lebih sederhana menggunakan reaksi kimia.


    1. Unsur Logam

    Unsur logam merupakan bagian dari zat padat yang memiliki satu unsur logam berwujud cair, yaitu air raksa.

    Unsur logam memiliki ciri khas berwarna putih mengkilap, memiliki titik lebur yang rendah, dapat menghantarkan arus listrik, dapat ditempa, serta dapat menghantar kalor atau panas.

    Beberapa jenis dari unsur logam di kehidupan sehari-hari, seperti:
    • Khrom (Cr), merupakan jenis logam digunakan untuk bumper mobil, dan campuran dengan baja menjadi stainless steel
    • Besi (Fe), merupakan jenis logam paling murah sebagai campuran karbon untuk menghasilkan baja
    • Nikel (Ni), merupakan jenis logam sangat tahan terhadap udara dan air pada suhu biasa, biasanya digunakan untuk lapisan pelindung
    • Tembaga (Cu), merupakan jenis logam banyak digunakan pada kabel listrik, perhiasan dan uang logam
    • Seng (Zn), merupakan jenis logam untuk membuat atap rumah
    • Platina (Pt), merupakan jenis logam digunakan pada knalpot mobil, kontak listrik
    • Emas (Au), merupakan jenis logam sangat tidak reaktif, dan ditemukan dalam bentuk murni. Biasanya digunakan untuk membuat perhiasan dan komponen listrik berkualitas tinggi.

    2. Unsur Non Logam

    Unsur logam memiliki sifat tidak mengkilat, tidak dapat digunakan sebagai penghantar listrik, dan tidak dapat ditempa. Beberapa jenis unsur logam yaitu:
    • Flour (F), senyawa flourid yang dicampur dengan pasta gigi untuk menguatkan gigi, Freon-12 sebagai pendingin kulkas dan AC
    • Brom (Br), digunakan sebagai obat penenang saraf dan sebagai campuran zat pemadam kebakaran
    • Yodium (I), digunakan sebagai antiseptic luka dan campuran garam dapur.

    3. Unsur Semi Logam

    Metalloid merupakan jenis unsur logam yang memiliki sifat antara unsur logam dan logam, dengan contoh sebagai berikut:
    • Silicon (Si), biasa digunakan dalam peralatan pemotong, pengamplasan, sebagai bahan untuk membuat semikonduktor, gelas, dan keramik
    • Germanium (Ge), ditemukan di batu bara dan batuan seng pekat. Germanium merupakan termasuk jenis bahan semi konduktor, yaitu befungsi sebagai isolator di suhu rendah dan sebagai konduktor pada suhu tinggi.
    artikel ini bersumber dari: 
    https://tirto.id/materi-ipa-perbedaan-materi-unsur-senyawa-campuran-dan-contohnya-gjzD